Cita-cita Menjadi Kaya untuk Berbuat Kebajikan


Cita-cita menjadi kaya, itu pasti manusiawi. Tapi menjadi orang kaya yang baik, adalah pilihan. Kita dapat becermin pada generasi silam. Bayangan enaknya jadi orang kaya, empat belas abad yang lalu, pernah dikemukakan beberapa sahabat di hadapan Khalifah Umar bin Khattab.

Waktu itu, Umar naik mimbar dan bertanya kepada jamaah, ‘’Kemukakan keinginan kalian.’’ “Aku mengandaikan mendapat rumah yang dipenuhi dirham, lalu aku infakkan fi sabilillah”, jawab seseorang. ‘’Utarakan keinginan kalian,’’ kata Umar lagi. ‘’Aku mengandaikan mendapat rumah yang dipenuhi emas, lalu aku infakkan fi sabilillah,’’ jawab seorang lainnya. ‘’Sampaikan keinginan kalian,’’ kata Umar lagi. ‘’Aku mengandaikan mendapat rumah yang dipenuhi permata, lalu aku infakkan fi sabilillah,’’ jawab seorang lagi. ‘’Apalagi selain itu?’’ kata orang-orang ketika Umar mengulangi pertanyaannya (Imam Bukhari dari Zaid bin Aslam, dalam Tarikh As Saghir: 29). Baca lebih lanjut

Belajar Menerima Kekalahan


Dalam perjalanan hidup manusia tak akan pernah luput dari kekalahan dan kemenangan. Kekalahan kemenangan ini jangan hanya diartikan sempit terjadi dalam suatu kompetisi atau pertandingan saja, tetapi banyak hal di dalam kehidupan ini dapat diartikan sebagai kekalahan dan kemenangan diri.

Saat kita berhasil lulus kuliah dengan nilai yang baik, kita akan sangat merasa bahagia karena kita pasti akan merasa waktu 4 tahun belajar tidak sia-sia belaka, kita berhasil, kita menang melawan nafsu-nafsu untuk akhirnya mendapatkan nilai yang bagus. Kemenangan diri bisa diartikan kesukseksan yang bisa kita capai. Baca lebih lanjut

  • Allahumma bariklana fi Rajab wa Sya’ban, wa ballighna Ramadhan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan.
  • Tarbiyah

    Tanpa pembinaan dan penataan yang benar kelas ini akan menjadi kekuatan destruktif yang dikendalikan tangan-tangan berdarah. Dendam kemiskinan kerap membuat orang melahap fatamorgana. Mereka melahap tuduhan bahwa masyarakat tak peduli kepada derita mereka, lalu menyambut lambaian para penipu yang akan menunggangi mereka. Kalau para kader hanya mencemooh dari jauh kelicikan para tengkulak yang memperdagangkan kemiskinan dan melahap begitu banyak hak masyarakat miskin, tetaplah roda kemenangan berpihak kepada angkara murka.(Untukmu Kader Dakwah..(Alm.Ust.Rahmat Abdullah)
  • Baca Yuukk…!!

    "Rasulullah menjelaskan, tatkala ditanya oleh seorang sahabat, 'Wahai Rasulullah, apakah itu ghibah?' Lalu jawab Baginda, 'Menyebut sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu di belakangnya!' Kemudian Baginda ditanya lagi, 'Bagaimana sekiranya apa yang disebutkan ltu benar?' jawab Baginda, 'Kalau sekiranya apa yang disebutkan itu benar, maka itulah ghibah, tetapi jika sekiranya perkara itu tidak benar, maka engkau telah melakukan buhtan (pembohongan besar)'." (Hadis riwayat Muslim, Abu Daud dan At-Tarmizi).
  • Demi Waktu

    September 2010
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • TRANSLATE

  • Tamu Online

  • Find Me On

  • Gabuk Yuk..

  • Top Rating

  • Tulisan Terakhir

  • Tuker Link

    Kolom blog tutorial FB Kolom blog tutorial WP
  • HALAL..! Ayo Gabung!

  • Artikel Menarik

    Belajar Membuat Wordpress

    Belajar Membuat Wordpress

  • Kategori

    Aku Pasti Bisa Berita Cinta Dunia IT Getar2 Kerinduan Qalbu Hati Informasi Kesehatan Kisah Manajamen Waktu Mari Bermuhasabah Menikah Motivasi News Palestin Pendidikan Pengetahuan Perjuangan Puasa Puisi Kreatif Renungan Sang Murobbi Spirit Teknologi Umum Uncategorized Ust. KH.Rahmad Abdullah
  • Dilarang Copy Paste Tanpa Ijin !

    Protected by Copyscape Plagiarism Software
  • Twitter’ku

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Pintu Gerbang

  • DOWNLOAD BROSUR LAPTOP & Accesories Lengkap